Rekonstruksi Sejarah, Dinamika Sosial, Sistem Pemerintahan dan Warisan Budaya. Memperkaya Khazanah Peradaban Indonesia. Didirikan Oleh Dinasti Tanjung. Located in Sorkam and Founded by Tanjung Dynasty in 1700's. One of Islamic Sultanates in the History of Batak Civilization. The Blog is Managed By. Persatuan Masyarakat Adat Kesultanan Sorkam (PMAKS)

Thursday, March 15, 2007

Sultan Dan Politik

Politik Batak 1668-1840
Sejarah Politik Batak 1668-1840
By. Julkifli Marbun
Dari: humbahas.blogspot.com

Penduduk

Penduduk Batak, khususnya, di Kesultanan Barus terdiri dari berbagai bangsa. Bila diklasifikasi area tanah Batak, maka didapatlah dua bagian yang sangat penting. Bagian pertama adalah Tanah Tertutup dan yang kedua Tanah Terbuka.

Tanah Tertutup adalah bagian geografi Batak yang didiami oleh bangsa Batak dan begitu terisolirnya sehingga hanya orang-orang Batak saja yang mendiaminya. Tanah Tertutup ini seringkali disebut juga pedalaman Batak atau Pusat Tanah Batak.

Kehidupan di Tanah Tertutup masih sangat terisolir dan bahkan banyak yang beranggapan bahwa sistem sosial masyarakat Batak di daerah ini masih dalam bentuk ‘splendid isolation”.

Persepsi orang Batak saat itu adalah bahwa Tanah Tertutup-yang identik dengan rural land- ini adalah milik nenek moyang dan orang-orang asing sangat dicurigai masuk ke dalamnya. Keuntungan ekonomi dengan kebijakan Tanah Tertutup ini adalah bahwa hanya orang-orang Batak yang dapat menikmati hasil buminya. Orang-orang Batak tanpa persaingan dari bangsa lain, dengan leluasa dapat mengambil kamper, hasil tambang dan hasil hutan dari tanah mereka sendiri. Sehingga beberapa komoditas benar-benar dimonopoli oleh orang Batak.

Keuntungan politik dari sistem Tanah Tertutp ini adalah sebagai tempat ‘pengasingan’ bagi Raja-raja Batak yang mungkin saja mengalami kegagalan atau sedang dalam upaya untuk kontemplasi atau dapat juga dalam upaya menggalang kekuatan. Bila kita pelajari intrik-intrik politik di Kesultanan Batak, maka didapatlah kesimpulan bahwa beberapa kali raja-raja Batak sering kali harus bersembunyi ke Tanah Tertutup dari ancaman asing dan ada yang bertujuan untk menggalang kekuatan dari komunitas asal mereka dan ada juga yang bertujuan untuk meditasi (kerohanian).

Tanah Terbuka, yang kehidupannya lebih mirip dengan urban land- ini merupakan wilayah Batak yang dapat diakses oleh orang asing. Biasanya terdapat di pesisir, atau di pedalaman tapi sudah urban dan bersifat kota karena keberadaan onan-onannya yang ramai di pusat-pusat perekonomian seperti Silindung, Pakkat, Balige dan lain sebagainya. Anehnya Bakkara sebagai pusat politik Dinasti Sisingamangaraja dari dulu menganut sistem tanah tertutup yang dilarang didatangi oleh orang asing. Tamu-tamu kerajaan biasanya disambut di Balige atau Dolok Sanggul.

Sistem budaya di Tanah Terbuka sangat sesuai dengan karakternya saat itu. Di mana orang-orang Batak dengan tujuan ekonomi dan politik biasanya tidak ingin memonopoli segala sesuatu di Tanah Terbuka. Bahkan cenderung orang-orang Batak akan mengajak berbicara pedagang-pedagang asing dengan bahasa Melayu, sebuah bahasa yang menjadi Lingua Franca saat itu.

Orang-orang Batak, sangat pintar dalam memainkan peran mereka dalam persaingan komunitas di bandar-bandar (pelabuhan-pelabuhan atau terminal-terminal, pasar-pasar dan pusat perekonomian. Tujuannya adalah agar komunitas pedagang Batak tidak terisolir dan teralienasi dari perkembangan perekonomian saat itu.

Oleh karena itulah Belanda seing kali menuliskan dalam laporan mereka bahwa bandar-bandar ekonomi tanah Batak di pesisir dan kota-kota besar Batak lainnya sebagai berciri khas Melayu. Laporan VOC di abad ke-17 mengatakan bahwa Barus merupakan tanah pesisir yang berkarakter Melayu dengan jumlah penduduk yang sebagian besar adalah orang Batak. Penduduknya, menurut Arendt Silvus, terdiri dari “Orang-orang Melayu dari pesisir ini dan pesisir lain yang bercampur dengan orang-orang Batak.” [Lihat Surat, Silvius to Pitt (1677), VOC 1322, f. 1328r.

Francois Backer, seorang pegawai pertama perusahaan VOC, perusahaan Belanda yang telah mendapat izin berdagang dari Sultan Barus (1672), dan orang pertama yang melihat pelabuhan Barus, mengatakan bahwa menurut penglihatan dan pemahaman umum yang didapatnya, penduduk Barus terlihat sangat superior atau lebih tinggi kelasnya dari komunitas-komunitas pesisir lainnya: “Mereka lebih mirip seperti Ketua-ketua ulama dari pada pribumi yang brutal,” sambungnya. [Lihat, backer to Pits (1669), VOC 1272, f.1066v] Bahkan Silvius mengatakan bahwa penduduk Barus sebagai orang yang penuh taktik, mempunyai kepentingan sendiri, tegar dan diplomatis…” Silvius to Pits (1677), VOC 1322, f. 1328 r.

Penduduk Barus pada tahun 1600-an merupakan penduduk yang terdiri dari berbagai komuitas pedagang asing, Aceh, Minang, Tamil, Hindu, Kerinci, Siak dan lain sebagainya selaian dari komunitas-komunitas pedagang. Sehingga orang-orang Batak dalam hal ini pemerintahan Kesultanan barus, lebih memilih untuk menggunakan kebiasaan dan bahasa yang sangat umum saat itu, yakni Melayu, agar dapat mempertahankan para saugadar-saudagar kaya tersebut untuk menetap secara permanen di Barus. Kehadiran mereka dapat terus memutar roda perekonomian makro di Kesultanan Barus. Sebuah strategi dan taktik ekonomi yang sangat jitu untuk mempertahankan Barus sebagai kota pelabuhan tersibut dan paling banyak diminati asing saat itu.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para saudagar-saudagar asing tersebut, telah diangkat beberapa hulu balang untuk menempati berbagai posisi, di antaranya Malim Muara dan Kepala Syahbandar untuk mencegah intrusi dari bajak laut yang ingin mengacaukan perekonomian. Di antara bajak-bajak laut yang paling menakutkan saat itu adalah mereka yag berasal dari Belanda, Perancis dan Portugis. Beberapa kali para bajak laut tersebut mengacaukan perekonomian di Barus agar supplai komoditas dari Barus terhambat sehingga para saudagar Eropa lebih memonopoli perdagangan. Sepertinya simbiosis saudagar picik dan kekuatan hitam bajak laut tersebut berhasil membingungkan para saudagar-saudagar Cina, Arab, India dan saudagar-saudagar Nusantara.

Melayu sebagai Tren Globalisasi Kultur Regional

Bentuk dari pemerintahan Batak di Kesultanan Barus, yang pada saat itu dibuat dengan nuansa Melayu, bersifat republik dan demokratik. Pusat urusan pemerintahan terdapat disebuah istana dan tempat pertemuan publik yang disebut “balai”. Istana ini sangat berbeda dengan istana kesultanan yang lebih kepada urusan administrasi dan kediaman Sultan. Di Balai inilah segala urusan kerakyatan dilakukan. Dilaporkan juga bahwa di sinilah setiap penduduk, asing maupun lokal, melakukan protes dan komplen atau mengadukan permasalahan mereka maupun untuk menyampaikan aspirasi politik kepada Sultan yang diwakili oleh hulubalangnya di Balai. Para warga negara atau gemeente, seperti yang dipahami Belanda, telah memainkan peran yang aktif dalam urusan-urusan politik Kesultanan. [Lihat, Milner, Kerajaan, hlm. 25]

Penduduk Kesultanan Barus yang terdiri dari kaum bangsawan atau Orang Kaya dan kaum middle class, kelas menengah selalu melibatkan diri dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan. Para pelaut Belanda dengan cepat dapat mengenal sistem politik Kesultanan ini dan berhasil menyogok para warga untuk mendapat rekomendasi dan tanda persetujuan atas kehadiran mereka. Melalui rekomendari kelas menengah inilah VOC, atau perusahaan Belanda dapat diizinkan oleh Sultan untuk melakukan kegiatan ekspor impor di Kesultanan.

Melman mengatakan bahwa adalah tekanan dari gemeente yang membuat pemerintah mengizinkan Kompeni Belanda untuk beroperasi di Barus walaupun mendapat penolakan maupun oposisi dari perusahaan-perusahaan dan pengusaha-pengusaha Aceh. (Backer to Pits (1669), VOC 1272, f.1066r.

Persaingan dagang antara saudagar-saudagar Barus dengan saudagar-saudagar asing seperti Aceh yang biasanya sangat lumrah dalam dunia perekonomian nampaknya berhasil dirusak para pelaut Eropa. Sayangnya pemerintah melalui Sultan, gagal mengatasi dan merumuskan undang-undang mengenai etika bisnis yang legal dan larangan atas monopoli illegal sehingga pihak Eropa dapat dengan leluasa mengobrak-abrik tatanan perekonomian kesultanan.

Menurut laporan-laporannya, VOC bahkan menerapkan kebijakan rasial dengan mendahulukan bertransaksi dengan para saudagar-saudagar Barus dari pada para saudagar Aceh. Tujuannya adalah untuk mengisolasi pedagang Aceh. Hal ini membuat kebanyakan pedagang pribumi Barus dan asing seperti Aceh dan lain-lain protes dan menyatakan ketidaksetujuan mereka dengan kecurangan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi Belanda yang dapat merusak iklim perdagangan yang sudah kondusif.

Namun, tampaknya, VOC sudah mengenal sistem pemerintahan di Barus yang saat itu mempunyai kelemahan yang sangat krusial. Pemerintahan Kesultanan Barus saat itu dipegang oleh pemerintahan dualitas antara Dinasti Pardosi dengan Pasaribu. Dahulunya, kedua dinasti ini memerintah di Kesultanan yang berbeda namun dengan bertambahnya penduduk dan jumlah kota-kota perekonomian, wilayah keduanya yang sama-sama di Barus dan sekitarnya menjadi menyatu. Konsensus kedua dinasti telah banyak dicapai dalam perjanjian-perjanjian antar penguasa dengan melakukan klasifikasi kekuasaan dan demografi. Namun, dalam praktek, pemerintahan dualitas tersebut sangat sulit direalisasikan dan rentan dengan konflik dan korban adu domba.

Perusakan tatanan perekomian yang dilakukan para pengusaha Belanda akhirnya berimbas kepada rusaknya tatanan pemerintahan dan politik yang telah lama dibina oleh orang-orang Batak. Dinasti Pardosi yang secara yuridis formal mempunyai gelar Raja Di Hulu dan Dinati Pasaribu dengan gelar Raja Di Hilir.

Pemberian gelar tersebut sebenarnya sudah merupakan kompromi dan konsensus bersama antara keduanya yang mencakup cakupan pengaruh, wewenang dan geografi kekuasaan. Dimana Pardosi wilayah pengaruhnya ke Hulu Barus dan Pasaribu ke Hilir Barus. Walaupun dipimpin oleh dua dinasti, Barus oleh para saudagar-saudagar asing diakui sebagai sebuah kesatuan kesultanan yang tidak terpisahkan. [Stapel dan Heeres, eds., Corpus Diplomaticum, vol. 2, hlm 383-389]

Taktik pertama yang dilakukan oleh VOC adalah dengan menimbulkan kecemburuan antar dua dinasti dengan mengistimewakan Raja di Hulu dari Raja di Hilir walau keduanya sama-sama mengeluarkan dan menandatangani Keputusan Bersama Sultan saat mengeluarkan surat izin beroperasi bagi VOC. Kadang-kadang juga, atas dasar kepentingan ekonomi dan politik mengitimewakan yang Hilir daripada yang di Hulu.

Walaupun pada awalnya taktik pecah belah ini tidak terlalu dirasakan oleh kedua dinasti karena Raja Hulu dipanggil oleh VOC dengan sebutan sebagai Raja dan yang Hilir sebagai perdana menteri. Atau berbagai sebutan lain, yang kurang bermakna bagi pemerintahan Barus seperti opper-Regent bagi Sultan Hulu dan mede opper-Regent untuk yang di Hilir. [Backer to Pits (1669)]. Karena dalam pergulatan kedua dinasti dalam sejarah memang sering terjadi saling merebut kekuasaan bahkan dengan perang yang pada akhirnya terciptalah sebuah konvensi politik bahwa Raja di Hulu merupakan Raja Tunggal dan di Hilir memegang posisi Bendahara alias Perdana Menteri yang disetujui oleh kedua Dinasti.

Peta Politik

Secara umum peta politik di Kesultanan Barus yang dihuni oleh rakyat yang plural dan beragam, sangatlah komplek dan rumit. Kerumitan tersebut semakin parah saat pemerintahan tetangga juga memback-up dan mendukung jaminan keamanan bagi para komunitas dagangnya di ibukota Kesultanan.

Sultan Aceh dikhabarkan beberapa kali menginterpensi kebijakan politik Kesultanan agar dapat meningkatkan jaminan keamanan kepada perusahaan-perusahaan Aceh dan para pengusahanya. Begitu juga dengan Raja Minang yang melindungi kepentingan pengusahanya. Tidak dapat dipungkiri begitu juga dengan Tamil, Arab, Siak Cina dan lain sebagainya, seperti halnya Belanda dan VOC-nya.

Silvius mengatakan bahwa pemerintahan Aceh telah melakukan langkah politik yang sangat jitu dengan menggandengan Sultan Di Hulu dengan memberinya gelar kehormatan [Silvius to Pits (1677). Sedangkan pemerintahan Minang lebih suka untuk menggandengan Sultan Di Hilir yang merupakan orang Batak yang dilahirkan di Tarusan, Minangkabau. Dari laporan-laporan Belanda dan manuskrip-manuskrip Kesultanan ditemuan bahwa pemerintahan Aceh bahkan seringkali mengirim ekspedisi militernya untuk melindungi para pengusaha Aceh di Barus. Diyakini kompetisi Belanda kontra para saudagar Aceh telah sampai kepada persaingan bisnis yang sangat brutal yang menghancurkan dan mengganggu seluruh sistem tatanan perekenomian pemerintahan Kesultanan Barus.

Kedua bangsa, Aceh dan Belanda telah saling tuduh menuduh dan saling mencurigai satu sama lain sebagai bangsa brutal, pembunuh dan pembantai. Diyakini hal ini disebabkan antar kedua bangsa ini telah terlibat dalam peperangan dan persaingan ekonomi yang berujung kepada pembantaian antar keduanya. Propaganda saling menyudutkan ini merupakan implikasi dari persaingan dagang yang sangat brutal.

Friksi antar kedua Dinasti yang memerintah di Barus dilaporkan semakin meningkat saat Sultan di Hulu mulai, mau atau tidak mau, terlibat dalam persaingan tersebut. Sultan di Hulu mulai menarik persetujuannya dengan menolak kehadiran Kompeni (VOC) yag mulai terlihat sangat bermusuhan dan tidak bersahabat dengan para saudagar-saudagar di Barus. Mereka memboikot transaksi dagang dengan VOC. [Kroeskamp, De Weskust, Hlm 153 dan Backer to Pits (1669).

Sementara itu, Kompeni atau VOC berhasil menyelamatkan muka dengan berlindung atas nama Sultan di Hilir yang lebih memilih untuk bersikap fleksibel dengan Kompeni yang dimusuhi oleh saingannya yang Di Hulu. Orang-orang Belanda mengkalim bahwa kehadiran mereka didukung oleh Sultan Hilir untuk menciptakan keseimbangan kekuatan dengan hadirnya pasukan Aceh Di Hulu. [ibid., f. 1067v]

Jalur-jalur Ekonomi; Antara Pesisir dan Perbukitan

Konstelasi politik Batak, khsusunya antara kedua Dinasti yang memerintah tidak saja seputar peran asing tapi juga mencakup jalur-jalur perekonomian. Saudagar-saudagar Batak yang berperan sebagai pengumpul komoditas-komoditas dari pegunungan sekitar Barus, seperti Pakkat, Dolok Sanghul, Dairi dan lain-lain, juga terlibat dengan para Saudagar Batak lainnya yang menjadi pengumpul di wilayah-wilayah antara Barus dan Air Bangis. Dari areal ini, kamper dan benzoin di dapat di Sibuluan, Batang Toru, Batu Mundam, Tabujang, Natal dan Batahan. [Melman to Pits (1669).

Sultan Hulu lebih mempunyai legitimasi kepada para saudagar kelompok pertama yang Sultan Hilir lebih dilegitimasi oleh kelopom kedua. Kelopok pertama, yakni mereka yang berasal dari pegunungan sekitar Barus terdiri dari mereka yang berasal dari Dairi, Marga Mukkur, Meha, Simbolon, Marbun, Simanullang, Simamora, Pardosi, Sigalingging, Pohan, Naipospos dan lain sebagainya. Sementara yang kedua lebih banyak dari Mandailing, Pasaribu, Hutagalung dan lain sebagainya.

Menurut Melman, peperangan antara dua kelompok saudagar Batak seringkali terjadi. Namun kedua kelompok tersebut akan sangat menahan diri untuk memerangi pemerintahan Barus. Satu kelompok akan mencegah kelompok lainnya untuk memerangi Barus. Walau seandainya pada saudagar Batak itu ingin melakukannya, seperti kudeta, dapat saja mereka lakukan, namun para pelaku pasar dan ekonomi Batak sangat sadar atas perlunya keamanan dan ketertiban untuk mendukung kegiatan ekonomi.

Posisi inilah yang kemudian dipahami oleh para saudagar asing. Banyak pengusaha Aceh, Melayu dan Arab yang melakukan kontak dagang langsung ke pegunungan-pegunungan yang biasanya didominasi dan dimonopoli oleh para saudagar Batak. Kehadiran mereka di sana dihormati oleh para pelaku ekonomi Batak asal saja patuh dengan etika-etika ekonomi yang ditentukan oleh adat.

Tampaknya Kompeni Belanda juga ingin ikut-ikutan. Namun kehadiran perusahaan VOC di pedalaman Batak dengan tegas ditolak oleh para saudagar Batak dan raja-raja huta karena melihat perangai dan perilaku orang Kompeni yang sudah dikenal brutal dan kasar apatah lagi sangat rasialis dengan menganggap ras mereka lebih tinggi dari pribumi yang diejeknya sebagai primitif, budak dan pemakan orang.

Hubungan dagang antara pedalaman Batak dengan VOC sama sekali tidak ada kecuali dengan perantara para saudagar di Barus yang lebih dipercaya oleh orang-orang Batak. [Mengenai lebih percayanya orang Batak dengan Sultan di Barus dari pada Kompeni lihat Melman to Pits (1669)]. Hal itulah yang ditemukan Melman di Barus dan dia melaporkan kondisi tersebut kepada atasannya di kantor pusat VOC di Padang tentang keengganan orang Batak pedalaman melakukan hubungan dagang dengan Kompeni.

Namun, Kompeni dengan strategi jitunya tetap saja mendapat komoditas yang mereka inginkan dengan membeli komoditas-komoditas Batak melalui Sultan Hilir yang lebih bersikap lunak kepada Kompeni. Sementara itu dari pihak Sultan Hulu sama sekali masih memboikot perdagangan dengan Belanda.

Walau bagaimanapun, boikot dan embargo ekonomi yang dilakukan oleh Sultan Di Hulu terhadap Kompeni atas kebrutalan dan kecurangannya telah berhasil mengurangi keuntungan perusahaan yang selama ini selalu didapat secara berlipat ganda.

Pada tahun 1671, perubahan konstelasi politik regional mulai bergeser. Kekuatan Aceh mulai menarik pasukannya dari Barus seiring dengan mulai membaiknya peta politik saat itu. Belanda mulai mengambil langkah untuk memperbaiki perangai mereka dengan pihak penguasa. Backer seorang pegawai Kompeni, setelah dengan susah payah berhasil mendapat simpati dari Sultan Di Hulu untuk menjamin supplai produk-produk dari pedalaman Batak. Sultan, menerima iktikad baik tersebut dan bahkan menjamin akan meningkatkan pengaruhnya di pedalaman Batak untuk segera mengirim komoditas yang diinginkan oleh Kompeni. [Backer to Pits (1671)].

Tahun 1694, Kompeni mengurungkan niatnya sementara untuk menerapkan kebijakan adu domba dan pecah belah terhadap Barus. Mereka mengakui kedaulatan dan otoritas Kesultanan Barus yang dipimpin oleh kedua Dinasti tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Konvensi Kesultanan Barus yang menganggap Sultan Di Hulu sebagai penguasa dan Sultan di Hilir sebagai perdana menteri mulai diakui secara permanen. Pihak pengusaha Belanda, untuk sementara, tidak lagi berusaha mengadu domba dengan mengistimewakan pihak Hilir.

Barus, Dairi dan Batak Dipecah Belah

Dalam dokumentasi Belanda pada tahun 1694, mereka mulai sadar bahwa mereka tidak akan bisa bertahan di Barus, di tengah arus kompetisi ekonomi yang mulai ketat, tanpa dukungan dan kemurahan hati Sultan di Hulu. Hal itu dipahami oleh Belanda, karena dalam sebuah langkah brutal untuk melenyapkan Sultan di Hulu oleh Belanda, telah mengalami kegagalan karena dukungan sebuah pasukan ekspedisi militer yang terdiri dari kepala-kepala huta orang-orang Dairi yang setia kepada Sultan Hulu pada tahun 1693, setahun sebelum pengakuan Kompeni tersebut.

Setelah supremasi dan otoritas Sultan Di Hulu kembali ke semula, Sultan Minuassa, Sultan di Hulu yang memerintah saat itu, dilaporkan bermusafir ke Dairi untuk pengasingan sementara di pegunungan di belakang Singkil.

Dukungan yang diberikan oleh para raja-raja huta Dairi terhadap Sultan Di Hulu mengejutkan orang-orang Belanda, padahal sebelumnya telah ada perjanjian antara Kompeni dengan orang-orang yang dilakimnya sebagai tetua Dairi untuk memindahkan loyalitas mereka dari Sultan Hulu ke Hilir.

Dalam pengasingan Sultan, pihak Belanda yang tidak pernah putus asa untuk merusak tatanan hidup orang Batak di Kesultanan Barus mulai mendekrasikan Sultan di Hilir menjadi Raja Barus. Untuk mendukung kebijakan mereka, orang-orang Dairi mulai didekati untuk menghianati kembali Sultan mereka. Hal ini tampaknya mendapat keberhasilan.

Pada tahun 1698, Sultan Minuassa yang mengasingkan diri sementara di Dairi kembali ke Barus, namun dia mendapati kekuasaanya telah hilang dan lenyap. Belanda bersikukuh bahwa dia bagi mereka hanyalah bara-antara bagi orang Dairi. Belanda berhasil mengangkat Sultan Hilir sebagai pemerintah boneka yang dapat disetir oleh perusahaan VOC.

Sultan Minuassa tidak menerima kecurangan yang dialaminya. Pada tahun 1706, dia berhasil menggalang kekuatan, khususnya dari semarganya di Dairi dan Singkel, untuk mengembalikan kehormatan dan harga diri sebagai Sultan penguasa Barus. Orang-orang Batak di pegunungan sekitar Barus juga mendukungnya. Usaha ini berhasil mengembalikan tahta dan istananya. Pada tahun 1709, paman Sultan Minuassa yang bernama Megat Sukka atau Sultan Bongsu Pardosi berhail melakukan gempuran mematikan terhadap lawan-lawannya, atas nama kedaulatan dan tahta Sultan Hulu, dan berhasil menguasai seluruh Barus. Usaha ini mencapai kemenangan yang fantastis sejak sebelumnya pihak Sultan di Hulu berhasil melobbi pihak Kerajaan Aceh untuk mengirimkan pasukan pendukung.

Namun pihak Sultan di Hulu tidak ingin memerintah secara egois di Barus. Kedaulatan Sultan di Hilir juga dikembalikan. Sekali lagi kombinasi Hulu dan Hilir dalam memerintah Barus seperti dahulu kala berhasil dikembalikan. Sultan Hilir dalam suratnya kepada Kompeni di Padang mengatakan bahwa Barus telah kembali ke sistem pemerintahan semula, yakni pemerintahan yang dikuasasi oleh dua dinasti. [Lihat surat Raja Barus (hilir) kepada VOC (1709), VOC 1777].

Orang-orang Batak Bersatu

Pada 1736-1740 merupakan tahun yang sangat krusil bagi bangsa Batak. Pada saat ini orang-orang Dairi membulatkan tekadnya untuk mendukung tahta dan kedaulatan Sultan Di Hulu yang mencakup semua wilayah Dairi, Sionom Hudon, Pakpak dan Simsim.

Demikian pula halnya dengan raja-raja Batak dari pedalaman. Para raja-raja Batak ini berkenan pula mengirimkan pasukannya ke Barus untuk menghalau teror yang dilakukan oleh kompeni dan Belanda.

Penduduk Sorkam dan Korlang, berhasil dimobilisasi oleh Raja Simorang dari Silindung untuk bersatu dan bersama-sama mengusir Kompeni atau VOC. Beberapa kali perang terjadi antara kedua belah pihak.

Sementara itu, Dinasti Sisingamangaraja VIII, yang bernama Ompu Sotaronggal dan bergelar Raja Bukit memimpin pasukannya dari tanah Batak untuk mendukung pasukan Barus bersama pasukan Kerajaan Aceh untuk memberi perlindungan kepada Sorkam dari pembunuhan oleh Kompeni. Begitu heroiknya Raja Bukit dalam pertempuran tersebut, sehingga orang-orang Eropa yakin bahwa Raja Bukit adalah orang Aceh.

Aliansi beberapa pasukan yang dipimpin oleh Raja Bukit ini berhasil menggetarkan pihak Belanda sehingga namanya dikenal sampai ke Inggris. [Anne Lindsey, “The Private Trade Of The British In West Sumatera” 1735-1770” [Ph.D Disssertation, University of Hull, 1977], p. 122.

Ompu Sotaronggal merupakan Sisingamangaraja VIII, keturunan Dinasti Sisingamangaraja yang memerintah di pedalamanan Batak. Silsilah dinasti Sisingamangaraja sampai abad ke 18 adalah pertama Raja Sisingamangaraja I dengan nama asli Raja Mahkota atau Raja Manghuntal memerintah tahun 1540 s.d. 1550. Yang kedua SM Raja II, Raja Manjolong gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan memerintah 1550 s.d 1595. Yang ketiga, SM Raja III, Raja Itubungna, 1595-1627. Yang keempat SM Raja IV, Tuan Sorimangaraja 1627-1667. Yang kelima, SM Raja V, Raja Pallongos, 1667-1730. Yang keenam SM Raja VI, Raja Pangolbuk, 1730-1751. Yang ketujuh SM Raja VII, Ompu Tuan Lumbut, 1751-1771 dan yang kedelapan SM Raja VIII, Ompu Sotaronggal, gelar Raja Bukit 1771-1788.

Diyakini bala bantuan dari Bakkara tersebut direalisir karena kedua kerajaan, Kerajaan Batak dan Kesultanan Barus merupakan dua negara yang merdeka yang saling mengakui kedaulatan satu sama lain. Kerjasama keduanya sudah terjadi sejak dahulu kala, khususnya dalam hubungan ekonomi dan adat budaya. Keduanya semakin menyatu setelah keduanya merupakan sekutu dekat Kerajaan Aceh untuk mengatasi berbagai masalah.

VOC Bangkrut, Kompeni Hengkang

Bangkitnya Kesultanan Barus dari tekanan amoral Kompeni, ternyata mengembalikan keamanan dan kenyamanan dalam kesultanan yang membuat bangkitnya saudagar-saudagar yang bukan Belanda dalam perekonomian.

Perusahaan-perusahaan Aceh yang berkompetisi langsung dengan VOC mulai bangkit dari isolasi yang dibuat oleh Kompeni tersebut. Penduduk pribumi mulai sadar dengan perangai dan perilaku Belanda yang makin lama makin meniadakan eksistensi mereka sebagai pribumi. Orang-orang Batak mulai menghindarkan diri untuk berhubungan dan bertansaksi secara ekonomi dengan pihak Belanda. Arogansi dan kepicikan Belanda yang menggap pribumi sebagai primitif, kampungan dan pemakan orang semakin membuat penduduk pribumi yakin dengan ke’aneh’an perdaban Kompeni.

Orang-orang Batak tetap melakukan bisnis dengan semua bangsa-bangsa termasuk Arab, Cina, India, Aceh, Siak, Bugis dan Inggris serta Perancis yang datang belakangan. Pada tahun 1778 kompeni Belanda atau VOC di Barus bangkrut dan mereka menarik diri dari Kesultanan Barus.

Masuknya Inggris

Kesultanan Barus berhasil membangun kembali peradaban mereka. Beberapa lembaga pemerintahan dan sosial berhasil dibangun kembali sejak keamanan dan ketertiban berhasil dipertahankan. Sejak akhir abad ke-18 itu, masyarakat pedagang di Kesultanan Barus mulai melihat prospek kecerahan perekonomian setidaknya suasana persaingan ekonomi mulai fair, adil dan beretika.

Pada tahun 1814, John Canning, seorang penyusup dan pegawai perusahaan Inggris berhasil memasuki Barus setelah sebelumnya perusahaan Inggris telah membuka kantor cabangnya di kota pelabuhan Natal. Canning diberi misi untuk memata-matai dan mengukur kekuatan pengusaha Aceh dan pengaruh Kesultanan Aceh di Barus. Menurut informasi orang-orang Eropa saat itu, pasukan Aceh telah ditempatkan secara temporer di Taruman, sebuah wilayah Barus perbatasan antara Kesultanan Barus dan Aceh. Wilayah Taruman itu mencakup Singkil sampai Meulaboh. Paska bercokolnya kembali Belanda, wilayah Taruman berhasil memproklamirkan diri menjadi Kesultanan Tarumon dengan sultan yang berasal dari Batak Singkil serta dengan pengakuan dari Aceh.

Pada tahun ini (1814) penguasa Barus yang tunggal dari Hulu bernama Sultan Baginda Raja dengan perdana menteri dari Hilir. Menurut Canning, perusahaan dan pengusaha-pengusaha Aceh berdomisili di Tapus. Sementara itu Taruman bagian utara Barus telah diangkat seorang Aceh untuk menjadi gubernur oleh Sultan Baginda yang bernama “Lebbe Dappah”. Menurut Canning pula bahwa Kesultanan Barus merupakan negara yang sangat penting untuk menahan pengaruh Aceh ke Selatan, khususnya Natal.[lihat Captain J. Canning, 24 November 1814, Sumatra Factory Record., vol.27]

Laporan-laporan mata-mata ini berhasil melihat secara jelas peta perpolitikan di Barus paska hengkangnya Belanda. Menurutnya, Sultan di Hilir, sebenarnya sudah tidak berdaulat lagi, sejak mereka hanya bagian dari pemerintahan Sultan Barus (Di Hulu) berbeda dengn laporan-laporan Belanda yang saat itu masih terus saja berhipotesa mengenai kondisi kontemporer Kesultanan.

Sementara itu, konstelasi politik dunia mulai mengalami kemajuan Beberapa perusahaan-perusahaan Eropa mulai mendapat keuntungan yang berlipat ganda setelah mengeruk kekayaan dan mengekplotasi berbagai negara dan wilayah terbelakang di Asia dan Afrika dan juga Amerika Latin.

Belanda Kembali, Kali ini Untuk Menjajah

Pada tahun 1820, Belanda kembali lagi ke Barus kali ini maksud mereka bukan untuk berdagang tapi menjajah sepenuhnya Barus. Selang lima tahun Belanda berhasil menguasai para pejabat pemerintahan dengan maksud untuk memperkuat jaringanya.

Kali ini Belanda masuk dengan pasukan yang sangat dan canggih saat itu. Kehadiran mereka di dipegunungan juga mendapat tantangan oleh orang-orang Batak Padri yang tidak setuju dengan konsep hisap darah dan penjajahan ala Belanda tersebut.

Pada tahun 1825, perpecahan antara kedua penguasa di Barus berhasil diciptakan, Ridder de Steurs mengklaim bahwa salah satu Sultan telah meminta Bantuan dari Belanda di Padang untuk mengirim pasukan membela salah satu Sultan. Hal inilah yang menjadi alasan bagi Belanda untuk mengirim pasukan lebih banyak tanpa mendapat perlawanan dan protes dari raja-raja Batak di berbagai tempat. Walaupun Belanda telah datang dengan pasukan bersenjata lengkap tetap saja mereka harus mengambil langkah yang jitu agar langkah tersebut tidak mengalami kegagalan yang fatal.

Usaha untuk menjajah dan mencaplok secara total Barus terus dilakukan namun selalu mendapat perlawanan dari Rakyat. Pergulatan, peperangan dan pertikaian terus terjadi sampai tahun 1839. Pada tahun ini Belanda berhasil menguasasi Barus setelah sebelumnya Belanda berhasil menguasai Bonjol pada tahun 1837. Setelah menguasasi Bonjol, pusat pasukan Padri Minang dan setelah banyaknya orang-orang Padri Batak tewas dan gugur mempertahankan Air Bangis, pasukan Belanda dapat mengumpul kekuatan penuh untuk menguasasi Barus dua tahun kemudian yakni 1839-40. Walaupun begitu, Kesultanan Barus masih tetap eksis di bawah penjajahan dengan gelar Tuanku dan bukan Sultan.

Seorang penyusup Belanda yang bekerja untuk kepentingan militer, H.N. van der Tuuk yang pada tahun 1851, berhasil menyusup sampai ke pedalaman Batak. Walaupun Barus dikuasasi, namun pedalaman Batak tetap merdeka sampai tahun 1907.

Para penyusup tersebut diinfiltrasikan oleh Belanda dengan tujuan mengkeroposkan sistem sosial dan adat orang-orang Batak. Penguasaan terhadap tanah Batak adalah sangat penting untuk menyempurnakan kekuasaan Belanda di Sumatera yang hanya tinggal Aceh dan Batak tersebut.

H.N. van der Tuuk, dengan bantuan para ketua-ketua kampung di Barus yang terdiri dari pada Batak muslim yang menjadi pemandu, berhasil memasuki tanah Batak. Dari sana dia berhasil memetakan dan menarik kesimpulan yang mesti diperhatikan oleh para penyusup Belanda berikutnya. Di antaranya adalah keharusan memelihara babi dan mengisolasi masyarakat Batak Muslim dan kelompok “pitu hali malim pitu hali solam” dari yang pelebegu. [Lihat Lihat: R. Nieuwenhuys, H.N. van Der Tuuk: De, Pen in Gal Gedoopt, (Amsterdam, 1962) hal: 81-84] Dengan begitu orang Batak akan mudah ditaklukkan.

Pada tahun 1851, Sultan Di Hulu, dari Dinasti Pardosi mulai secara pelan-pelan dikurangi otoritasnya. Dia mulai dilarang untuk menggunakan stempel kerajaan dalam membuat surat. Ini berarti kekuasaannya sudah tumpul dan puntung karena sudah tidak boleh mengeluarkan perintah dan keputusan. Kondisi ini membuat Tuanku di Hilir merasa bahagia menjadi penguasa tunggal yang tersisa dengan dukungan Belanda. Namun belum lengkap kebahagiaan yang dirasakan olehnya, Belanda menetapkan keputusan sama pada tahun 1852 terhadap Tuanku di Hilir.

Untuk semakin mengerdilkan Barus yang pernah membangkrutkan Belanda, pihak penjajah kemudian menunjuk Sibolga yang dipimpin oleh keturunan Tuanku Dorong Hutagalung sebagai pusat perekonomian menggantikan Barus. Para saudagar mulai dipersulit beraktivitas di Barus. Beberapa kali, dalam menumpas kekuatan kemerdekaan dari pribumi, Belanda mengambil jalan pintas dengan membakar dan menghancurkan semua desa-desa dan penduduk Barus. Lama-kelamaan bahkan sampai sekarang Barus tinggal hanya puing-puing. Di atasnya, penduduk Barus yang sudah sangat terpuruk secara ekonomi dan mental mulai membangun tempat tinggal mereka kembali dari pelepah daun dan rumbia, akibatnya Barus dan orang-orang Batak kembali ke zaman kegelapan, saat orang-orang Batak masih hidup telanjang berkelompok dan nomaden.

Para keturunan Sultan dan Tuanku Barus hanya boleh dikenal oleh penduduk dengan sebutan kepala kampung atau desa atau kepala kuria. Sedapat mungkin Belanda membatasi gerak dan usaha mereka untuk berbicara.

Blog Archive

Support

Para Blogger

Blogger Indonesia and Beyond:

:: A :: Blogger Indonesia   • a0z0ra   • Abd Madjid   • A BEAUTIFUL MIND   • A Beautiful World   • a-Bey   • Abizaydan   • About Tax   • Acrylic   • Adam Institute   • a day   • Adbrite   • Adha Yuliandarmaji   • Adhika Dirgantara   • Adsense   • Affiliate   • AGUS RIYANTO   • Agusti Anwar  • agusword  • Ahmad Harimurti  • Ahmad simanjuntak  • Ahmad Sudrajat  • A Hobbit  • A Journey  • AKATSUKI  • akhwat sporty  • Aku belajar  • Aku Cinta   • Akta4   • Aldohas   • Aliansi Petani   • alitio1   • All About VW   • Aller   • All New   • Alpha Bagus   • ALUMNI   • A Mouthful   • Anak Kampung   • anak rantau   • Andewa   • ANDRIAN   • Anggara   • Anne Ahira   • Anne Ahira   • Another Tank   • Anti Aging   • Apaiya   • Architectaria   • Ardava   • Ardiz Tarakan   • Ardiz Tarakan   • Ardyanstyle   • Aris Heru Utomo   • Armmoney   • Art   • ArusMekam   • ASSEP PURNA   • Aurel   • A-to-Z   • Auto Insurance   • AYO BANGKIT   • Ayo Jakarta   • AZ Lyric   :: B :: Baby 1st Year   • Baby Care   • Bachtiar   • Badot Inside   • Bahagian   • Bahasa Indonesia   • Bahasa Kalbu   • Bale Sophan   • Bali Dream   • Bang Ir   • BANGKIT   • Bani Mustajab   • BANTAENG.com   • BatubaraNews   • Be a Part   • Behind the Scene   • Belajar   • Belajar Design   • Belajar internet   • Belajar Lebih Baik   • belajar SEO   • Benbego   • bengkel   • berbagi cerita   • Bersama   • Best Ring   • Beter   • Biro Jasa   • Birunya Langit   • Bisnis Indonesia   • Black Raptor   • Bleu   • Blog Aldo   • blog alternatif   • Blog Anak Muda   • Blog and Media   • Bloganny   • Blog Arif Rahmawan   • BLOG Bangjo   • Blog Blogger   •BlogCatalogblog.firdaus   • Blogger Indonesia   • Blogger Tips   • Blog Go   • Blog keluarga   • Blog Koe   • Blog Orang   • Blog Reference   • blognya gusthy   • Blognya Roi   • Blogspot Tutorial   • Blog Surawan   • Blog Syahuri   • Blog Tutorial dan Refleksi   • Bob   • bocah mbeling   • bodrox   • Born for Islam   • Budidaya Budaya   • Budi Ridwin   • Build Brain   • Buku   • Buletin Remaja   • Business   • Business Finance   :: C :: Campuran   • Cara Menghasilkan   • Cassava   • Catatan Dian   • Catatan Dokter PTT   • Catatan Fajar   • Catatan Harian   • Catatan Kecil   • Catatan Kecilku   • Catatan Lasya   • Catatan Sigit   • CD Gratis   • Celoteh   • Cerita Pendek   • Cerita Wendy   • Cewq   • Chanyve   • Cheers   • CitySlicker   • COFFEE   • Coffee Tea   • C0kr3x   • computer desktop   • Computers   • Computer   • Coretan   • coretan bod   • CSS Libray   • Cute   • cyber-koe   :: D :: D3 TEKNIK KOMPUTER   • Daenur Hidayat   • dafa   • dafa gaul   • Dalam kebuntuan   • Danial Anwar   • Dari Sofa   • Darin   • dari pukul   • Dari Sofa   • Darkdestroyer   • deBlor Freeware   • Debt Contend   • Deden Amijaya   • Dedicated   • dedy w sanusi   • Deemsz   • Deepe   • deeply   • dell laptop   • Delpro   • Dermaga   • Dhodoahmad   • Diamond   • Dicky CM   • Digital Gallery   • dignitytrial   • DjunDiBlog   • d-know   • Dog Owner   • Do your best   • Drajat   • dreamer   • ‘d SimpLe   • dua sisi   • Dukung Team PON   • Dunia Fana   • Dunia Open   • dwidoria   • Dyan   :: E :: Earn extra   • Ebook   • Ebook Jeffry Siregar   • Edi-Setiawan   • Education   • Education   • Eko Yulandri   • Electronic   • Elektronik   • Elvie Sukrisni   • Emperan   • Energy Mining Oil   • Enhal   • E-News   • Enim   • EnjoyLiving   • Enter Indico   • Enthusiasm   • Entrepreneurship   • erockbabock   • Ervina   • ESTEPEDEEN   :: F :: Fajarbuana   • Fajarshakes   • Farel Nabhan   • filosofia   • Finally Woken   • Firdaos   • First in Pets   • fistonista   • Fitri Mohan   • Foebroe   • For All   • For All   • Forex Trading   • Forum Dayak   • fraithzone   • Fr3zh   • Free7   • Free Download   • Freelance IT   • Freelancer   • Free Medical   • Free Medical   • Free Song   • Free templates   • Free West Papua   • Fuadi   • full of smile   :: G :: Gadget   • galang   • galanggenk   • Gamais   • gang Cemara   • GaYoNeSe   • GENERASI   • Geomatika   • Georganna Hancock   • Ghalih   • Girl   • Go Blog   • GoGo CafĂ©   • Google Products   • Goresan Tobing   • GRAFIEN   • Graphic   • gratis   • Green Gubug   • greeN Nouva   • Gubuk Kecil   • Guebukanmonyet!   • Guebukanmonyet!   • Gue Shindu   • Guitar Chord   • Guru PKN   • gusblake   :: H :: Habib Chirzin   • Hadi Iryana   • Hakim Tea   • haMeed   • HananSmr   • Handicraft   • Hanggoro   • Harnaz   • Haryo   • Health Body Beauty   • HERBAL   • hermawansitus   • Hidup   • Hilmi Arifin   • Hipli   • Hiruk Pikuk   • Home Business   • Home Electronics   • horizons nature   • Hot or Not   • Housewife   • How to   • HR Files   • Hudi Pradipto   :: I :: idebisnisusaha   • ID-mrbambang   • I Goblog   • IMA-G BERSATOE   • Images Bandung   • Imam Nur Satibin   • Imam Toyota   • Imam Nur Satibin   • Iman Nugroho   • Imdad Robbani   • Imsuryawan   • incrediblu   • Indoblogger   • Indonesia's Economy   • Indonesia Islam Philology   • Indonesian Blog   • Indonesian Tax   • Indonesia's Urban   • Indo Source Code   • indo translator   • Indra Gunawan   • Informasi Obat   • Information Real Estate   • Information Technology   • Ini Zaman   • INOVATION   • Inspirasi   • Inspiration   • Inspiring  • Internet Affiliate   • Introducing Diseases  • Irobbani  • Iron Review  • Istriku Seribu  • Its Me  • It's Me  • Its My Life  • It's my life  • Its Real Me  • Iwan Fals  :: J :: Jakarta  • Jakarta Tour  • JALAN-JALAN  • Jatropha Curcas  • JAUHARI  • Javanese Foods  • Jejak  • jelajah dunia  • Jembelisme  • Jennie S. Bev on Indonesia and the World  • Jikaku  • Johanes Iwan  • Journal de Ajourdhui  • Jurnal Inspirasional  • Journal Marisa Duma  • Just ChangeLog  • Just Soul  :: K :: kaFE depok  • Kafka  • Kamar Marketing  • Kampus  • Kang Rohman  • Karena Doamu  • Karena Hidup  • Karya Buruh  • K4T4 H4TI  • Katalog Website  • Kata-kata  • kedokteran gigi   • KELUARGA  • kembang setaman  • Keranjang   • Ketenangan  • Khabar Melbourne   • Khoerul MW  • Kid  • kimim sam  • Kingdom  • Kisah Hidup   • Kisah PNS  • KIP’s Bandung  • KM-FTI  • KOFii TAKAR   • Kompilasi Islami  • Komunitas Giritontro   • KongKor  • Konsultasi Kesehatan   • Kontemplasi  • Kontemplasikoe  • kotak ajaib  • koyyak  • Kreasihati  • kuldonk  • kumpulan tips  • KURSUS PERKAHWINAN  :: L :: lasya butik  • LEARN  • Learning  • Learning English  • Learning Review Blog  • learn the world  • Lelucon Singa   • Lembaga Kursus   • Lentera  • LIFE  • LIFE  • life  • LM Fajar  • Logam  • Love  • LOWONGAN  • LSM BAWEAN  • Lukman Nul Hakim  :: M :: Made's Blog   • Madura  • maimoen  • Magusni  • majalah  • Make Money Online   • Make Money Online   • Marindro  • Marketing Strategy  • Masdo Blog  • Mashuri  • masmawan  • Mathematics   • m4s Yudhaw  • matahati  • math  • math musics  • Menapak  • Mencari Wazeenisme  • Mencintai Pagi  • Mencoba  • Menuju Tangga   • Menutup  • Mesjid Al-Mukhlisin  • Message Share  • metacosm  • METAL   • Meylya   • MICHAEL  • Mikail  • Milir Wae  • mimimama   • Mind  • Minuman  • miss Unita  • Mixer  • Model Bisnis  • Mommy AryaKinan  • mp3multiply  • MP3 Source  • Mr.@  • Muamalat Institute   • Muhammad   • Muji   • Muli's Commune  • Mupeng  • Musik Pribumi  • Muslim Djaya   • Mutiarakoe   • My Blog  • my blog  • My Blog Identity  • My Bookmark   • My Byte  • My Cellular  • MyCyberBlog  • My Dream  • My Home  • My Je blog  • My Life   • MY LOGIC   • My Mind   • My 0fficial WebloG  • my online biz   • my own log  • My Paid to Blog  • My Process  • My Stay  • My Simple   • My Soul  • My Story  • My Thought   • My Tutorialz  • Myworld  :: N :: Nadia Febina  • Nanamanis  • Nasikin  • Ndet Neko  • NEGERI  • News  • New Territory  • Ngeblog  • NI CoMuNitaZ  • Nugraha  • nurdayat  :: O :: Oktara  • Oktober 28   • Olang Biaca  • Omega Best  • Online Business  • Online Forex  • Online Tutorial  • Ong Hock Chuan  • Ono Karsono  • Open World  • Orangmuda  • Otomotive  • Oye X1  • Ozon-SILAMPARI   :: P :: Paguyuban Mahasiswa   • Paid To Click   • paket umrah haji   • Panduan   • Panduan Guru Malaysia   • PANGERAN  • Pencangkul  • Perahu  • Pernak-pernik Jakarta  • Persib Bandung  • PERSIS Mesir  • Personal Technology  • Perspektif Wimar Witoelar  • Pfrogs77  • Phinisi  • PHP SEO PAGERANK   • POTHELAN  • Pink Diary  • Perahu  • Peregrination   • plum crane   • Pokemon   • PP Daruttaibin   • Praditya  • Privateclopedia  • pro dan kontra  • Produk Kapitalis  • Profile English  • puthut.net  • Putra Partanta   • PULAU SERIBU  • Pulsa  • Pure Thought  • PustakaNilna  :: Q :: qodrat  • Qusuth  • QyQy  :: R :: RAB Experience  • Radioactive Monkey   • Radio Radentowo   • Rahmawan  • Ratna  • RaVeN   • Rarven  • Raw Dawg  • RC  • Really?  • Remaja Islam  • Rethinks!  • R Gesit  • Rhakateza  • Riky Perd@n@  • Rizky Fryansyah  • Roffi  • Ronny Siagian  • Rumah  • RT RW  • Ruang Asa  • Rudiansah  • Rumah Whelly  • Ruri Andari  :: S :: Sabiilun Naim  • Sak Dermo  • SAMBUT  • Sang Waktu  • s4s0806   • Sariaman   • Sastra Minahasa   • Satu Bumi   • SATYA SEMBIRING   • sawali   • SAYA My Philosophy   • Sayang Bunda   • Sayangku Azura   • scholarships   • School   • Sean Doherty Oxford   • Seasons   • Secercah Harap   • SegoBlog   • Sehat   • Sekedar   • Sekolah Bogor   • Selayaknya   • Selera Nusantara   • semarang   • Seniman   • senyum   • Sentot   • Serang Photo   • Setetes ILMU   • setyaputra   • Sexy Girls   • Shadows   • Shandy   • Share Tips   • Siaf   • sillystupidlife   • Siluet   • Simply Living   • SiToekang Potret   • SKI FT UNS   • SKI SMAN1 SURABAYA   • SMAN Makassar   • Social Sense   • SoulPower   • Spew it   • Sports   • Strategic Wining   • Structural Engineer   • Studi Quran   • Suara Kebangkitan   • Suara Mahasiswa   • Sultan Habnoer   • Sulthonie   • Sukses Anne Ahira   • Sumbawa Barat   • Sundoro Pramuji   • Surya Mandala   • syamsu.com   • synonim   :: T :: T4curhat   • Tantan   • Tanto Yakobus   • Tatas   • Tax Debt Relief   • TECHNOLOGY   • Technology Tips   • teeth whitening   • Tempat Ngumpul   • Tester   • Teuku   • The Altarian   • The Best   • The Dreamer   • The Good   • tHe JoUrNeY   • The Name   • The PantjinG   • The Power   • TheNeTT   • this is   • Thoughts   • Tetes Tinta   • Tigis   • Tips For Moms   • Tips trik blog   • Tips Trik   • TKJ Talent   • Toar Tangkudung   • Topenkkeren   • Total   • Tozzy   • transistronika   • Trilsky   • Triyani   :: U :: Ufonesia   • Understeering   • Ungkapan Hati   • Unspun   • Unspun   :: V :: van's blog   • Virtual Zero   • Vocational   • Volker   • Volker-Soccer   :: W :: Walk Dream   • waton jeplak   • wawanwae   • Wayan Artana   • Way of Successful   • Wazeen   • Web & Blog   • we-blog   • Welcome   • Welgedewelbeh   • Who am I   • Who Entrepreneurs   • Wokay  • Women Diary  • World Auto  • World of Letters  • Write  • Writing  :: Y :: Yang Melintas  • your dream  • Your News  • YSugiri  • Yudhistira  • Yudhistira87   :: Z :: ZERO  • Zulfaisal Putera  • Zulkifli IMM 
  • Ke Menu Utama
  • Monetize Your Site
  • Sejarah Batak
  • Sejarah Batak II
  • Kesultanan Batak
  • Sejarah Pakkat (Rambe)
  • Dinasti-dinasti Batak
  • Arsip Bakkara
  • Pongki
  • Guru Patimpus
  • Pendidikan Batak
  • Perkawinan Inses
  • Politik Agama Penjajah Belanda
  • Sejarah Tanjung
  • Mazhab-mazhab di Tn Batak
  • DNT Parsolam
  • Kesultanan Tanjung
  • Kesultanan Pardosi
  • Kesultanan Pasaribu
  • Tuanku Hutagalung
  • Kerajaan Sinambela
  • Literatur
  • Kompetisi Sub-Kultur
  • Devide Et Impera
  • Riwayat Jonggi Manoar
  • Siborong-borong
  • Asal Kata Parmalim
  • Pintas Omas
  • Arkeologi
  • Sejarah Niaga
  • Gallery
  • Tuhan, Sains dan Batak
  • Kerajaan Pane
  • Kerajaan Portibi
  • Misteri Raja Rum
  • Islam Sinkretisme Batak
  • Sejarah Bajak Laut Eropa
  • Fansur dan Lamuri
  • Fansur dan Haji
  • Sejarah Kiprah Batak
  • Mandailing Mart
  • Konstitusi Dinasti Pardosi
  • Sejarah Cendikiawan Batak
  • Marga dan Politik
  • Tuhan, Sains & Batak
  • Kronologi Pembentukan Marga
  • Bugis dan Batak
  • Filsafat Ekonomi
  • Pariwisata Bonapasogit
  • Politik Batak Abad ke-17
  • Diaspora Kuno
  • Nias Abad Ke-9 M
  • ::Sejarah::

  • Maritim Kuno
  • Stempel Sisingamangaraja XII
  • Si Penjajah Belanda
  • Sejarah Mossak
  • Krachtologi dan Tuanku Rao
  • Kalender Batak
  • Palawan
  • ::Studi::

  • Studi Kultur Berpikir Batak
  • Bugis dan Peradaban Batak
  • Wisata
  • Perang Batak
  • Diaspora Batak Kuno
  • Filsafat Ekonomi Batak
  • Studi Politik Batak
  • Sejarah Politik Batak Abad 17-19 M
  • Batak Dan Tanah Tuhan
  • Studi Peta Maritim Batak
  • Parmalim, Tasawuf dan Penjajahan
  • Akal-akalan Pemekaran (Tapanuli??)
  • Pengusaha Hitam dan Pemekaran
  • ::Tokoh::

  • S.Q. Marpaung
  • Simatupang
  • Ahmad Hosen Hutagalung
  • Kamaluddin Lubis
  • Syamsuddin Pasaribu
  • Zulpan Efensi Pasaribu
  • Jefry Simanjuntak
  • Rosnaely Lumbantobing
  • Hotbonar Sinaga
  • Fachruddin Sarumpaet
  • Syamsul Arifin Nababan
  • Khalifah Effendy Sitorus
  • Burhanuddin Napitupulu
  • Zulkarnaen Lubis
  • Prof. Dr. S.F. Marbun
  • Patuan Nagari
  • SAE Nababan
  • Sisingamangaraja XII
  • Yusuf Lubis
  • Amir Pasaribu
  • Biografi 100 Tokoh Batak
  • Usman Efendy Capah
  • Lembaga Kebudayaan Pakpak
  • Billy Marbun
  • Sardan Marbun
  • Binsar Marbun
  • Abdul Wahab Situmeang
  • BN Marbun
  • Halak Batak Naik Haji
  • Arif Marbun
  • Rico Marbun
  • J.A. MArbun
  • Hamdan Simbolon (HIMMSI)
  • Syamsu Rizal Panggabean
  • Syawal Gultom Mpd
  • Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea
  • Abdul Hamid Marpaung
  • Armijn Pane
  • Lafran Pane
  • Prof. Dr. Agus Salim Sitompul
  • Haji Dur Berutu
  • Zulkarnanen Damanik
  • Zagartua Ritonga
  • Ja Endar Muda
  • Abdul Wahab Sinambela: Ketua IPAMSU 2005
  • IPAMSU
  • H AN Sihite: Ulama Humbahas
  • Mahadi Sinambela: Sinambela Pertama Jadi Menteri
  • Baharuddin Aritonang
  • H. Ali Jabbar Napitupulu
  • Fanin Nurlita Br Nainggolan
  • Abdul Hakim Siagian
  • Arifin Nainggolan
  • Badiuzzaman Surbakti
  • Efendy Naibaho
  • Rahmad P Hasibuan
  • Mutawalli Ginting
  • Akmal Samosir
  • Timbas Tarigan
  • Tosim Gurning
  • Syahlul Umur Situmeang
  • Chairullah Tambunan
  • Parluhutan Siregar
  • Dahrun Hutagaol
  • Amir Hamzah Samosir
  • Chairul Tanjung
  • Irsan Tanjung
  • Akbar Tanjung
  • Feisal Tanjung
  • Hariman Siregar
  • Syamsir Siregar
  • Arifin Siregar: Si Gubernur BI
  • Bismar Siregar
  • Annisa Pohan
  • Drs. M. Sehat Simbolon: Kyai Humbahas
  • Anwar Nasution
  • Aulia Pohan
  • Malim Sultoni Simbolon: Tokoh Sufi Humbahas
  • K.H. Zainul Arifin Pohan: Sang Wakil Perdana Menteri
  • Burhanuddin Harahap: Sang Perdana Menteri Batak, Pengasas Anti Korupsi
  • Zulkifli Lubis: Tokoh Anti Korupsi dan Pendiri Intelijen
  • Syeikh Ibrahim Sitompul
  • Syeikh Ali Akbar Marbun: Tokoh Humbahas
  • ::Legenda::

  • Legenda Dairi
  • Homang
  • Sitti Djaoerah
  • Kitab Si Raja Batak
  • Rasul Batak
  • Ompu Sabongan Mangolat
  • Guru Mangarissan
  • Mpu Bada
  • Gondang Sabangunan
  • Si Sorik
  • Dravida
  • ::Serba-Serbi::

  • Silua
  • Batak Kuliner
  • Mossak
  • Naga Padoha
  • Podang
  • Atlas Cheng Ho
  • Forum Batak
  • Diktat Kedokteran Batak
  • Atlas Kuno Ala Batak
  • Topeng
  • Rifle
  • Teknologi Kertas
  • Teori Evolusi Ala Batak
  • Patung
  • Geografi Batak Kuno
  • Ulos
  • Farmasi
  • Megalitikum
  • Cerutu
  • Serdang
  • Langkat
  • Kubu
  • Lingga
  • Asahan
  • DNT
  • Riwayat Raja-raja Mandailing
  • Adam Malik
  • Matondang
  • Biografi Tokoh
  • Identitas Mandailing
  • Gallery Foto Lama
  • Dinasti Pane
  • Koin Tarumon
  • Kesultanan Tarumon
  • Teka-teki Sembiring
  • ::Marga::

  • Dapat Uang Dari Blog!!!
  • BERITA HUMBAHAS KLIK DI SINI
  • Simalungun
  • Nasution
  • Sihotang
  • Hutagalung
  • Simbolon
  • Sigalingging
  • Pasaribu
  • Silaban
  • Sinaga
  • Gultom
  • Tobing
  • Sihombing
  • Panggabean
  • Sarumpaet
  • Nababan
  • Surbakti
  • Ginting
  • Tarigan
  • Sihite
  • Manalu
  • Simatupang
  • Dalihan Na Tolu
  • Siregar
  • Nauli Basa
  • Sianipar
  • Musisi Batak
  • Sitorus
  • Habeahan
  • Mandailing
  • BatakOnLine
  • Aksara Batak
  • Sitompul
  • Batara Guru
  • Si Opat Pusoran
  • Hutagalung-Sibolga
  • Harahap
  • Arceology
  • Gallery
  • God, Science and Batak
  • The Mystery of Raja Rum
  • Syncretism of Religion
  • The Pirate
  • Fansur and Lamuri
  • Fansur and Hajj
  • Batak Migration in History
  • State Constitution of Barus
  • Batak Personalities in Brief History
  • Clan and The Politics
  • The Nature of Clan System
  • Bugis in Batak Society
  • The Economic Philosophy
  • Tourism, The Question of Pluralism
  • The Politic of Batak Since 17th Century
  • Ancient Diaspora
  • Nias in 9th Century
  • The Nature of Clan System
  • State Constitution of Barus
  • Conflicts and Competitions
  • Divide and Rule Policy
  • The Politic of Religion in Dutch Colonial Rule
  • Silua
  • Food Court
  • Batak Martial Arts
  • Ancient Maps
  • The Cosmology
  • History of Mandailing Kings
  • Abdulloh Fuadi
  • Adsense Id Forum
  • Adsense Journal
  • Adventure: Indonesia Blogger
  • Ady Wirawan Blog
  • A great way to muse
  • Agus Manggala Blog
  • A Journal of Vivin
  • Alaya Setya
  • ALBS Tech
  • All about Kendari
  • Allessa
  • All I Could Ever Wish For
  • amellie.net
  • A Negotiated Approach to Kapuas River
  • Anthony: Secure Investment
  • Aprie van Luden
  • Arabic Translation
  • Arif Widianto
  • Aroengbinang Project
  • Art and Business
  • art and culture city banyuwangi
  • Art and Culture Jember
  • A Sneak Look
  • Baby care basic
  • Baby first year
  • Bali Tourism Guide
  • Bandung Lautan Api
  • banana talk
  • Beautiful life
  • Biofuel Technology
  • Biography of popular people's
  • Bits of Me
  • Bleu
  • Blog Coffee
  • Blog Engineer
  • Blog Free-7
  • Blog Environment
  • Blog of Mine
  • Cahya Prastyanto's Worldli>Cerita Ambar
  • Celebrity
  • Chord Guitar
  • Cinta Memory
  • Computer Blog
  • Continuous IT
  • COOL RADIO STATION
  • Cosmo Mama
  • Cosmopolitan Asia
  • Credit Card Application
  • Daily Conversation
  • daily dose
  • Daily 20 PIP Strategy
  • Deathnote
  • Demarioisme
  • Dewa Putu Yudhi Ardiana
  • Dicky Caesar Muharawan
  • Digital Camera
  • Digitals Photography
  • Drugs and Alcohol Rehabs
  • Drum and percussion review
  • DW's Thoughts
  • Education
  • education' blog
  • Edwin WB
  • Electronic Rubric
  • ENTERTAINERS
  • Entertainment
  • Fashion Diamond Jewelry
  • FiFa Printing
  • FlashWeaver
  • footballfreaks
  • Free Blogger Template
  • Free Dollar
  • Freelance Jobs
  • Free Electronic Books
  • Free Will
  • From Jakarta Today
  • From Zero To Hero
  • Fulan
  • GET CODE
  • Get the Big News
  • Google Products
  • Gudang Bisnis
  • Heal Me
  • HELPDESK
  • Hendy Irawan
  • Huge Earning Potential
  • Imdad Robbani
  • 100% Indonesian
  • Incredible Wealth
  • Indika's Blog
  • IndoDX
  • indonesia media
  • Indonesian Islamic Philology
  • Indonesian Law Reporter
  • INDONESIA TECH
  • Indonesia's Urban Studies
  • indonesian worker
  • Inka Irza
  • Inspirasi
  • International Trading and Marketing
  • ISLAM WORLD WIDE
  • iswarayoga
  • IT Maniac
  • It's My Life
  • Ja'far Sodiq
  • Jauhari 2.1
  • Java Flava's Traks of life
  • Jedustech
  • Job List
  • Job Vacancy Indonesia
  • Job Vacancy
  • JODI SANTOSO for LAW
  • Journey of life
  • Journey of My Life
  • just a thought
  • kaFE depok
  • koi carp / koi fish
  • Konspirasi Cowok
  • KOTAK BERKAS
  • kuntoro's blog
  • Landrover Things
  • LEARN BUSSINES
  • learning with me
  • let's share a blog
  • LevelBusiness
  • Life is Good
  • Magician Secret
  • make money with adsense
  • Martial Arts
  • Maverick Indonesia
  • mencari makna
  • mie’s corner
  • [ 525600 minutes ]
  • Mochamad Iqbal
  • Moleskin and Me
  • Monte Carlo Info
  • MotoGP News
  • mountain of lawu
  • Movie Corner
  • Muallaf - Muslim Converts
  • Music Collections
  • Music Player
  • My Daily Thought
  • Abdullah Elwazeen
  • Ahmad Qisai
  • Aila El Edroos
  • Alwin Tanjung
  • Dudi Rahman
  • Eko Murwanto
  • Fadlan Achadan
  • hasbi assidiqi
  • Hery Martono
  • Irwansyah Yahya
  • Joni Rahalsyah Putra
  • Julkifli Marbun
  • Jusman Masga
  • Khairurrazi
  • Lily Mumbai
  • Lisa Cochin
  • Lukman Nul Hakim
  • Mario
  • Muhammad Ikhsan
  • Mujazin
  • Mukhlis Zamzami Chaniago
  • Nasha Nadeera Cochin
  • Pan Mohamad Faiz
  • Purwarno Hadinata
  • Putu Widyastuti Rudolf
  • RATNA S.DEWI
  • Rahmanita
  • Rini Ekayati
  • Rizqon Khamami
  • sabudi prasetyo
  • Tasar Karimuddin
  • Tylla Subijantoro
  • Uci Mumbai
  • Umi Kalsum
  • YASER AMRI
  • Yunita Ramadhana
  • Zamhasari Jamil
  • Zulfitri
  • zulfikar karimuddin
  • my family ‘n friend
  • My Gallery
  • My Girl Blog
  • My Grey World
  • my opinion
  • My Place
  • My Recipe
  • My Useful Information
  • My World (Farrel)
  • Natural Remedies
  • never ending learning
  • news car
  • New Week Duri Technology
  • notebook computer review
  • NWD Technology
  • Ohayo Japan
  • Online Learning
  • Onestopfootball
  • online market
  • Optimistic Man
  • Our Body
  • Overseas Think Tank
  • Parenting's Guide
  • perjalanan
  • Personal and Business
  • 109 Photo Gallery
  • PLANET Indra
  • playing guitar
  • prayogi's journal
  • psychology indonesia
  • Purwanoto's Page
  • Queen: buckle up, people!
  • raff - arbei macht frei
  • Random Thoughts XY
  • removed drugs
  • robbiesfamily.net
  • rockstars and toyguns
  • Rohmat Sarman
  • roland-blog
  • ronny.haryan.to
  • Sabit
  • save ur knowledge
  • Scholarship Tips
  • SCRATCH SOUL
  • Script Php Tutorial
  • Self Development
  • Setting Code DKU2
  • Solution
  • Soulful Girl
  • Spa-tula blog
  • Special Information
  • Spew it All
  • Stand-Up!
  • Study Tips
  • Surfing and Make Money
  • tech, business, people Indonesia
  • Tend
  • The Aroengbinang Project
  • The Asia Tech
  • Theatre Online
  • The Blogger Admirer's Note
  • The Future Inspiration
  • The Hip
  • The Most Wanted Resources
  • The New One
  • the preaxz
  • the stories
  • There's something on WATU ITEM
  • timpakul
  • Total Scholarship
  • the thought of Mel
  • University Scholarship
  • unscientific
  • Vintage Boutique
  • Visit tour world
  • vitamin plus
  • Voice it Over
  • Welcome to Bali
  • Women's Guide
  • whays corners
  • world famous muslim
  • writing for life
  • WynWira Online Business
  • Ynews
  • zymanq
  • A.Rachman
  • Aa Ikhwan Blog
  • Abe Poetra
  • About Fecelin
  • Acenk
  • ACHMAD FIRDAUS
  • A Cup | Kukuh.com
  • ADEK
  • adit's daily
  • Aeromodeling
  • AFFILIATE KAMIL
  • Affiliate Marketing
  • Agloco
  • AGLOCO ACEH
  • Agloco Indonesia
  • Agus Manggala
  • Ahaa
  • Akhmad Murtajib
  • Al-Ashr
  • Al Hadist
  • alixwijaya
  • All about kendari
  • A Lonely Man  
  • ALUMNI UMM
  • Aman
  • Amanah
  • Ambang
  • amgidarap kilah
  • .::Almost 25::.
  • ana ugie
  • Andrew Pakpahan
  • Andriansyah -My Own blog
  • anggrekbiru.com
  • anomiemine
  • Anton Budi Pranata Blog 
  • Apa adanya 
  • A.Rachman 
  • Ardiz Tarakan 
  • AR JUNAEDI 
  • aris heru utomo's blog 
  • aristianto 
  • AR Junaedi 
  • ar-rajhy 
  • artayasa
  • Artikel Kesehatan
  • Asep Mulyadi
  • Ashram Maya Wirananta
  • Asisten Ekonomet FE Ubaya
  • a sketch of
  • Assaha Tea
  • Atthallah Putra
  • Ayam Bakar
  • Azwar Weblog
  • baity - jannati
  • Bambang Priantono
  • BAMBOO'S BLOG
  • bangsari| my place, my palace  
  • Barkah's Zeitgeist
  • BATAVIANA
  • Bataviase Nouvelles
  • batik art
  • Beautiful Life
  • Bekerja di Rumah
  • Belajar Bahasa Arab
  • Behind Story of Life
  • Belajar Beramal Islami
  • Belajar Wordpress
  • beniyu-008
  • Beranda Zen
  • Berita Kendari
  • Best Archive
  • Best Forex
  • Bianglala
  • Bintang
  • Bisnis Tianshi
  • Bisot
  • Blog Adhi Kusuma Putra
  • Blogger Indonesia Abah Oryza
  • Blogger Indonesia Fauzi Syaff
  • Blogging
  • Blog na si Gian
  • Blogonesia
  • Blog Pribadi Indika
  • Blog Reference
  • Blog sijunjung island
  • Blog Vavai
  • Blogway
  • Blong!
  • Blue Sky
  • bondan palestin
  • bondan riset
  • Buat Yang Cinta Kuliner
  • Buka Mulut
  • Buku
  • budi
  • cahaya di atas cahaya
  • Cakmoki Blog
  • Cara Gold
  • Cari Afiliasi
  • Cari Afiliasi
  • catatan harian ...
  • catatan harian di kampus biru
  • catatan kecil htts
  • catatan musafir pemalang
  • Catatan Pinggir Jalan
  • CHAFID BLOG'S
  • cecep risnandar
  • CELLOTEH ANAK JALANAN
  • Cempluk Blog
  • Cerita Ceritanya Mickey
  • Cerita Mama Ayu
  • cerita pendek warna-warni
  • Cermin Rubrik Elektronik
  • CHAFID BLOG'S
  • cicalengka chronicle
  • Cipto Adhi Setiawan
  • Coretan Perjalananku
  • Cyber
  • Dadung's Blog
  • Danartsign by Dani Iswara
  • dari Baling ke Serendah
  • Data Guru SMK MJPS
  • DEDEN AMIJAYA
  • Dedy W. Sanusi
  • Delicate, Delightful, Delicious
  • Demas Raihan Arkananta
  • Dengan Senyuman
  • Denny IT
  • de side of mE
  • Detox Organik
  • Dialektika
  • Diary of Rizqa
  • Die Blogger
  • Direktori Artikel
  • Dhyantea
  • Dialogbox
  • Direktori Artikel
  • Dirgaa
  • Doa Sang Katak
  • do2easy
  • Dodonet
  • Dunia Cahaya
  • ~dunia maya~
  • Edwin WB
  • Edi-Setiawan Blog
  • Eko Susilo - In the line of Life
  • Ekonomi Syariah
  • Enda Nasution
  • episode tujuh
  • etoss
  • Evolusi
  • extra ordinary entrepreneur
  • fazlurrahman
  • Feri gunawan
  • fifa journey
  • Fiori Salsabila Aisyah Hakim
  • Firdaus Progressindo Purwa
  • Franchise Individu
  • Free Articles
  • Freedom
  • From first to last
  • Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI)
  • Gian Giovani
  • Gerbangtiga
  • Gimme the Truth
  • Gizi dan Kuliner
  • Goblog
  • Goresan Pengalaman
  • guebukanmonyet
  • Guide Oto
  • Habiblog
  • Hadi's lair
  • Hafifâ Personal Weblogs
  • Halaman Niken
  • halaman berumput
  • hadidahsyat
  • HanyaMusik
  • Hexa Repro
  • Hidup di Korea enak
  • Herry Cahyono Suto Mangundimedjo
  • 109 High School
  • hilmiarifin.com
  • Hisyam Basyeban
  • holygrail
  • housewife's life
  • iconoclast
  • Idea :: Innovation
  • Ide Bisnis
  • IHS Center
  • Imam Maulana
  • IncomeAbadi.com
  • INDEPENDENT MUSIC SPOT
  • indonesia
  • Indonesia asia friendfinder
  • Indradiky
  • Indra KH
  • Infectionary
  • Info Lomba
  • Informasi Dumai
  • Informasi Ringan
  • Informasi Tekhnologi
  • INFOTAINTMENT
  • Ini Dia Keluarga Mac
  • Inside of My Head
  • Inspiration
  • Intelijen Indonesia
  • Internet - Knowledge
  • iorme blog
  • Iqbalir
  • Irmaja
  • Iron Bed
  • IT & Comm
  • It's all about JOGJA
  • iwan fals
  • Jazz Forever
  • Jejak Geografer
  • jendela ooknugroho
  • jenk's Site
  • Job Search
  • Jodi Santoso
  • JOS SOROT
  • journey of mine
  • Jurnal Persib Online
  • Junaedi
  • Kabar Indonesia
  • Kaki Langit Senja
  • Kampus Beasiswa
  • kangarul bu
  • KANG HENDIW - WEBLOG
  • Karyaku, Karyamu
  • kawas' world
  • kayangan si Dewa
  • KEDAI-HALAL
  • Keluarga Gunawan
  • KeSEMaT BLOG
  • Kesukaan Tia Oxis
  • Keutamaan Kebenaran
  • Kid Forever
  • Kolang Kaling
  • Komunikasi Motivasi
  • KOMUNITAS WARGA GIRITONTRO WONOGIRI
  • Kongsi Pengetahuan
  • konspirasi cowok
  • kopipakegula
  • Koro-Koro Group
  • Ksatria Pembelajar
  • Kuasa Internet
  • Kumpulan Bisnis
  • Kumpulan lirik lagu
  • LadyElen's Blog
  • LEARN BUSSINES
  • Learning to learn
  • Learn Islam
  • Lentera Nawa
  • Leviathan
  • Lepasku Melayang
  • Lesson Of Life
  • Life goes on
  • Life is a Foreign Language
  • Listen to Me
  • Long Way to Heaven
  • lowongan kerja
  • madhayudis
  • MAHATALA UNJANI
  • Majalengka
  • Manfaat Untuk Semua
  • Mantri Kampung
  • MA2AN BLOG STATION
  • Maseko's weblog
  • Mashuri Blog
  • Mata Baca
  • menganalisis kristen
  • Me, Myself and I
  • menguak misteri muhammad
  • MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL
  • Mickokelana Daily Share
  • mimimama wawawa...
  • Minda Indra
  • Monyong Ompong
  • MORAL-MORALAN
  • miqu weblog
  • Muhamad Sulhanudin
  • MusiQalbu
  • myaffiliate
  • My Blog Curahan Hatiku
  • My Humble World
  • MY LIFE
  • My Life Diary
  • my Name's kahayana
  • My Recipe
  • my soul
  • My VB Source Code
  • Nabilla
  • Najlah Naqiyah
  • Nevatera
  • N-e-y-R-a ^AniMe^
  • Never mind the bloggers. Here's ...
  • Nias Muslim Community
  • Niners
  • no limit
  • Nulis BlogS eNulis Nulisnya
  • Numpang Lewat
  • Nurse Instinct
  • oase sang pembelajar
  • o.b.r.o.l.a.n...w.a.n.i.t.a
  • Onespunya
  • OnlineBisnes
  • Online Private Investment
  • Open Office
  • Orang-Orang Pabrik
  • Overview
  • Panggok
  • pantai keempat
  • Pay Syafei
  • Pelangi
  • Pendidikan Islam Gratis
  • PERENUNGAN
  • Perjalanan Mata Hati
  • Pernak Pernik Yuriko
  • Persada
  • Personal Mind of Asep
  • Pharmacy Business
  • pitangso
  • PLANETGAULZ
  • Planning family
  • pondok cantik
  • Portal Bisnis Top
  • Portal Unik
  • PRAMESIKU
  • Presiden RI
  • Private HYIP
  • Pudak Online
  • Puisi Islami
  • pulauseribu
  • PUTERI KHANSA
  • On The Wings of a Silver Birds
  • Raden Roro
  • Rayendra-Mahardika
  • Reading and Writing
  • Really???
  • Redshox
  • Rekening Bank
  • Reremahan hati
  • Review Produk
  • Rey Tries to Write
  •  
  • RIANY-06
  •  
  • Riwan
  •  
  • robbiesfamily.net
  •  
  • Rochlan Yoseph
  • Rubrik Elektronik
  • Rumah Penaku
  • Rumpun Mahasiswa Sunda
  • run to the sun
  • SAHABAT ALAM DAN MANUSIA ..
  • Salam Indonesia
  • Sanggar Altar Ciputat
  • Sastra Maya
  • satu sisi
  • SAVANA GROUP
  • scent of a woman
  • Sebuah Persembahan
  • Sekilas Kisah
  • Selamat Datang
  • Semua Bisnis
  • Semua Cerita tentang...
  • Senandung Oom Koko
  • Senzei Blog
  • Serunai
  • sherlock | kid
  • Si Irman Urang Bandung
  • Simply Iyo
  • sin@rie's
  • SINDIC@T COMMUNITY
  • Si Pipi Bola
  • Slamet Rianto Blog's
  • SMK MJPS 1 TASIKMALAYA
  • soca16
  • sony kuda
  • soca16
  • spasi spasi
  • Stop Korupsi
  • story about bunda nanet & nadya
  • suara burung sulawesi
  • Suatu Cerita tentang Aku
  • Sudjud Dartanto's Weblog
  • Sudut Corat-Coret
  • Sudut Lebar
  • Sujud Jiwa yang Resah
  • SULTHONIE
  • surabayainside.org
  • Tahukah Anda
  • take my HAND
  • tarzan
  • Tasikmalaya OnLine
  • tazqirah corner
  • TEKHNOLOGI REVOLUSIONER
  • T.H.A.M.R.I.N
  • thio-sunaryo & Fam
  • #/ timpakul
  • Tips Dunia Anak
  • Tips dan strategy bagi blogger
  • The Gadget Weblog
  • the history maker
  • The Institute for Ecosoc Rights
  • the journey of the soul
  • the | story | of | anina
  • The thoughts of the Author Wannabe
  • topi bundar
  • Trangpunyablog
  • Travic
  • Tukang Ketik
  • Tukang Koran
  • Tulisan Tanpa Makna
  • Tutorial Afiliasi
  • Tutorial Online
  • uang gratis
  • Ucang-ucang Angge
  • udin menang
  • vivat donkeekong!
  • Vitra Dewanta Rama
  • Wahyoku Blog  
  • wajan gosong
  • WAN'S SITE
  • Warnet Flashlink
  • Warung Kopi
  • Waspada Tarigan blog
  • weblognya yossy rahadian&nbs
  • WELCOME - KRU
  • welcome to luvilove sites
  • Welcome to my Weblog
  • welcome to my world
  • We - Us - Our - Ours
  • What’s Up?
  • Wherever i go, i'll be back
  • Who Are the Entrepreneurs
  • Widodo Purnomosidi
  • Wijasenna
  • Windar Blog
  • Wulida Rochman
  •  

    Copyright © 2009 by KESULTANAN SORKAM